Jumat, 19 Oktober 2018

Untuk Zuhriya di Masa Depan : Part 1

Halo, aku sudah berumur 21 sekarang. Selain skripsi, magang, tugas besar, dan cita cita pekerjaan ada satu hal yang menjadi concern terbesar di hidupku: kisah cintaku? haha.
Aku sadar banget ini sudah menjadi concern utama sejak blog ini dibuat : AKA. Yaampun. Menjijikkan sekali sih kalau harus ingat ingat, tapi itu salah satu hal ter.... drama dalam hidupku yang membosankan ini.
Aku punya dua orang teman dari sma. kami selalu dekat--bahkan terlalu dekat-- sampai kadang aku merasa hidupku nggak akan utuh tanpa salah satu dari mereka. Salah satu temanku sudah punya pacar, teman yang lain sedang masa penjajakan. Aku? aku cukup mendapat perasaan berbunga bunga dari drama korea. Haha.
Sebenarnya aku cukup nyaman sih menjadi.... single? sendiri? individual? ya pokoknya itu. Haha. Tapi siapa sih yang tidak suka dengan sedikit perhatian? Siapa yang tidak ingin tiba tiba diberi hadiah, kue atau bunga? Siapa yang tidak mau disayangi? Toh semua orang butuh perhatian dan kasih sayang. Alasan kenapa intagram dan twitter dibuat : merasa diperhatikan--didengarkan.
Suka membaca novel novel romantis sejak smp mungkin menjadi salah satu alasan kenapa "cinta" jadi salah satu hal penting di hidupku. Padahal, kalau ngomong tentang cinta, kasih sayang dan perhatian, semua sudah aku dapatkan dari bapak dan ibuku. Oh, dan juga adikku. Keluargaku adalah sumber energi dan motivasiku, fakta penting yang sering aku lupakan.
Alasan kedua adalah karena ibu sekarang sudah suka membahas pernikahan dan lain lain. Padahal ibu sendiri yang menyuruhku untuk tidak pacaran, walaupun tanpa disuruh pun aku nggak akan pacaran karena tidak ada yang mau, hehe. Mungkin ibuku juga was was, mengapa hingga umur 21 anaknya belum pernah mengajak lelaki main ke rumah, padahal dulu saat masih belasan ada seorang yang bikin si anak mabuk kepayang. haha. 

--akan berlanjut--





Kamis, 11 Oktober 2018

how to falling in love without being hurt, i asked.
don't, she said.

Rabu, 10 Oktober 2018

fiksi : satu

Mari membicarakan tentang hati, katanya. Karena aku sudah lelah ngobrolin pkl dari dulu awal kenalan hingga pkl ku tinggal dua minggu, ayo saja, kataku. 
Dia bilang, dia hanya punya satu hati, yang belum lama ini sudah sesak terisi. 
Lalu aku bertanya, apa isi nya? basa basi.
Gembira, katanya. Setiap ada pesan dari kamu aku tersenyum, katanya. 
Jadi, sekarang aku menjadi sumber kegembiraanmu? 
Iya. 
Lalu?
Lalu..... mau nggak jadi pacarku? biar gembiraku tidak pergi. Biar gembiraku hanya jadi milikku, bukan orang lain. 
Tapi aku bukan barang, aku bukan milik siapa siapa, kataku.
Tapi kamu tetap mau kan jadi pacarku?
Enggak, karena hatiku masih kututup. Untuk kamu. Maaf. 
Lalu.... bagaimana?
Cara untuk membuka hatiku? Agar aku merasakan hal yang sama? Memiliki sumber kegembiraan sama dengan kamu? Aku sendiri nggak tahu. Sudah tujuh tahun  aku nggak merasakan perasaan menggelitik di perut, kesusahan makan karena menunggu pesan singkat nggak mutu, ketika kamu muncul pun, aku belum bisa ngerasain itu. 
Kamu suka orang lain? 
Nggak, aku nyaman dengan kesendirianku. Yeah, walaupun bohong kalau aku bilang aku nggak senang diperhatikan ketika aku sakit, diberi makanan, kado serta ucapan selamat ulang tahun. Dua bulan ini aku merasa diperhatikan dan perasaan itu menyenangkan. Bukan berarti aku cinta sama kamu. Jadi... maaf ya.