Minggu, 23 Juni 2019

makilur (mari kita cerita melantur!)

hi, aku kembali.
padahal seharusnya aku memanfaatkan waktuku ini untuk menulis bab 4 ku yang masih seperempat padahal pengumpulan gelombang 2 tinggal 2/3 minggu lagi. woops.
kali ini aku ingin bercerita tentang kemalasanku.
kadang-kadang, yang berarti sangat-amat-jarang, alias baru tadi pagi, aku merasa menjadi anak yang agak gagal.
semua bermula ketika aku tidak masuk sma rekomendasi kedua orang tuaku. waktu smp dulu, nilai un yang aku dapat dengan seperempat kerja keras dan sisanya doa ibu (yakin 1000%) serta uang orang tua untuk aku ikut pondok UN, lumayan bagus. tapi tidak cukup bagus untuk masuk sma yang aku inginkan. sebenernya, nggak pingin pingin banget sih, cuma sma ini termasuk sma favorit jadi biar agak sok aja, aku kalau ditanya saudara ingin masuk sma mana, aku bilang ingin masuk sma ini. nasib berkata lain (iuh nggilani) aku masuk di sma sebelahnya. hahahahahahahahahaah. dari sana kemalasan ini makin menjadi.
waktu aku smp dulu, aku nggak pernah nyontek saat ujian. ya pernah sih tapi ketahuan guru sampe masuk bk akhirnya aku kapok dan tidak berani menyontek lagi he he he he. tiap ujian aku belajar agak sungguh sungguh. berkebalikan sama sma, mata pelajaran yang aku bener-bener belajar di sma dulu cuman fisika, biologi sama kimia. kayaknya. soalnya gurunya killer ha ha ha ha ha. aku gabisa mat, jadi kalo mat aku ngitung kancing. :) fyi, aku milih teknik atas rekom tetanggaku :)
dari contek mencontek saat sma kemalasanku makin menjadi. sma dulu kayaknya aku ga pernah 10 besar deh. pernah ding, pas kelas 2 apa ya. ya ampun bener-bener nggak ada memori sma akutuh, saking tidak ada kenang-kenangannya. kenanganku di sma cuma cilok ww sama bakso pak blo. hidup micin. ah sama nonton nidji dan RAN. nino... ganteng sih.
karena sma aku bener-bener gaada semangat untuk belajar jadi aku gagal lolos SNMPTN. terus sok nangis nangis, biar dikasihani ortu. padahal sudah tertebak. SBMPTN juga nggak lolos. padahal sudah les. ini juga tertebak. soalnya aku nggak pernah ada hasrat pingin ngerjakan soal latihan. ha ha. emboh yo aku mbiyen luapooo, twitteran yo gak patio, facebookan wes ga aktif, kpop an yo gak, tapi sinau yo gak. ada apa dengan diriku? kenapa aku tidak mempunyai memori? masih menjadi misteri.
tapi walaupun aku gagal di SBMPTN aku masih enjoy, karena aku sudah keterima di poltek. lagi-lagi aku yakin 1000% karena doa ortu. karena aku dulu jarang berdoa. emm sekarang juga jarang, tapi lebih rajin daripada dulu.
terus sekarang aku sudah semester 8, lagi ngerjakan skripsi tapi males lalu cari alasan mengapa aku males. berujung pada jawaban : ini bukan passionku. lalu apa passionku? tidur dan makan, leha-leha tapi dibayar. lalu setelah ditarik benang ke belakang lagi, aku masuk jurusanku sekarang karena aku males tes mandiri buat masuk sma favorit aka sma sebelah, lalu males sbmptn lagi dan jadinya masuk kuliahan yang tidak aku senangi walaupun sudah 4 tahun aku berjuang :'( jadi... kemalasanku ini buah dari kemalasan lain. karena kalau ada yang tanya hal yang nggak bikin aku males dan aku senangi cuman 1; update cerita nggak penting kaya gini. O bisa nggak aku jadi selebgram saja. tapi aku bisa merencanakan jumlah tulangan tiap kolom balok plat suatu gedung, menghitung RAB, bikin tembok, menggergaji. apakah aku jadi alpha woman saja?
kesimpulannya, aku kurang bersyukur. ASTAGHFIRULLAH ....

Jumat, 08 Februari 2019



saya rekomendasikan lagu kunto aji berjudul rehat. 

Senin, 17 Desember 2018

anxiety

well, sudah desember lagi.
laporan pkl ku akhirnya sudah selesai, sekarang aku sedang "ditakut-takuti" oleh skripsi. haha, akhirnya menjadi 'mahasiswa tingkat akhir' yang sebenar benarnya.
rasanya.......... bumi berputarnya terlalu cepat.
seperti baru enam bulan lalu, aku nulis "high school is sucks, i want to go back to middle school" lah, udah semester 7 aja. bentar lagi sidang proposal, aku takut. takut judul nggak diterima, takut dapat dosen pembimbing yang menyusahkan. takut. pokoknya takut.
belum lagi sebentar lagi lulus, harus cari kerja. ayah dan ibu sudah makin tua. melihat teman teman yang susah cari kerja aku makin takut.
takut tapi tidak berbuat apa-apa.