Kamis, 26 April 2012
secangkir teh
seperti secangkir teh yang disuguhkan kepada setiap tamu. hangat, manis, nyaman. berpikir bahwa itu sudah cukup untuk menarik perhatian. berharap ia akan diminum sebelum semua berubah menjadi terlalu dingin, terlalu manis, dan terlalu membosankan. harapan itu menjadi nyata saat tamu meminumnya sedikit demi sedikit.berharap kembali, agar tamu tersebut menghabiskannya tanpa sisa. agar tak ada yang dibuang percuma. tamu meminumnya kembali, sedikit demi sedikit. tapi teh itu sudah terlalu dingin, sang tamu sudah bosan dengannya. tamu pun berpamit pulang, membiarkan teh dingin membosankan itu dibuang begitu saja. secangkir teh tersebut mirip dengannya, yang terlalu banyak berharap walaupun akhirnya ditinggalkan karena bosan, karena terlalu dingin, dan karena sudah tak nyaman lagi...
Kamis, 01 Maret 2012
...
saya sudah terlalu bosan dengan semuanya.
tempat tidur yang setia menemani belasan tahun, sarung bantal, guling, sampai gorden yang sudah terlalu lama tidak diganti.
saya sudah terlalu bosan dengan semuanya.
tergesa gesa berangkat sekolah, tanpa sempat makan pagi, dan segera duduk diam di antar jemput dengan mulut terkunci rapat.
saya sudah bosan dengan semuanya.
bangunan modern berwarna oranye megah, dengan jalanan super ramai di depannya, dan guru yang dengan bangga menunggu anak didiknya.
saya sudah terlalu bosan dengan semuanya.
tawa teman sekitar, lingkungan kelas, berpuluh tangga yang harus dilewati, sampai guru yang mengajar tiap hari.
saya sudah bosan dengan kehidupan yang serba bermalas-malasan tanpa usaha kerasa.
saya sudah bosan tapi tak pernah ingin merubah..
Minggu, 05 Februari 2012
tisu saku..
dear my little sister..
aku tau, kamu nggak mungkin baca ini.
entah kenapa dari tadi malem, pingin banget posting ini. bukan, mungkin udah sejak lama pingin posting ini. tinggal tunggu waktu yang pas.
tau nggak? dulu, waktu kamu masih belum ada, aku pingin banget punya adek. yang bisa diajak main, biar aku nggak sendirian terus.
tapi begitu kamu ada, aku jadi ngerasa sedikit menyesal.
ya, kamu merepotkan sejak pertama lahir.
aku merasa mama-papa lebih sayang ke kamu. entah kenapa, aku nggak bisa nerima itu sampai sekarang. entah kenapa aku ngerasa mereka kurang adil. mungkin hanya perasaan..
apa kamu tau? aku merasa punya tanggung jawab berlebih sewaktu kamu ada.
aku merasa harus bisa jadi baik supaya kamu juga baik, supaya bisa jadi contoh.
walaupun kadang iri karena kamu lebih pintar, lebih cantik, dan lebih kurus dari pada aku, terlebih karena kamu lebih dapet perhatian. dan mungkin lebih beruntung karena dilahirkan jadi ADIK bukan KAKAK yang harus terus mengalah.
kadang aku ngerasa senang waktu kamu yang disalahkan.
aku sayang kamu, lebih dari apapun.
tapi aku juga benci kamu. yang bisa seenaknya mukul, tapi aku nggak bisa bales mukul. kamu lebih kecil. yang kadang nggak bisa sopan. kata mama itu salahku yang nggak bisa jadi "kakak yang baik" tapi entahlah, aku nggak ngerti itu salah siapa.aku juga nggak suka waktu kamu ngejek ngejek mengikut sertakan nilaiku yang hancur itu. aku memang parah, tapi aku yakin bisa membahagiakan mama-papa. dengan caraku sendiri.
kamu masih inget, waktu mama kasih surat ke aku gara-gara aku bilang kamu kayak kentut? aku nangis, aku nyesel. bukan karena nyesel ngejek kamu. tapi nyesel nggak punya kata lain selain kentut. kamu lebih jelek dari itu.
tapi aku juga ngerasa kehilangan kalau kamu nggak ada. rumah asing. suasana asing.
aku sama kamu emang berbeda. aku yang berantakan, kamu yang tertata rapi. aku yang males-malesan, kamu yang rajin. aku yang nilainya jelek, kamu yang bagus.
mungkin supaya saling melengkapi.
sekali lagi, aku sayang kamu..
aku benci kamu...
aku tau, kamu nggak mungkin baca ini.
entah kenapa dari tadi malem, pingin banget posting ini. bukan, mungkin udah sejak lama pingin posting ini. tinggal tunggu waktu yang pas.
tau nggak? dulu, waktu kamu masih belum ada, aku pingin banget punya adek. yang bisa diajak main, biar aku nggak sendirian terus.
tapi begitu kamu ada, aku jadi ngerasa sedikit menyesal.
ya, kamu merepotkan sejak pertama lahir.
aku merasa mama-papa lebih sayang ke kamu. entah kenapa, aku nggak bisa nerima itu sampai sekarang. entah kenapa aku ngerasa mereka kurang adil. mungkin hanya perasaan..
apa kamu tau? aku merasa punya tanggung jawab berlebih sewaktu kamu ada.
aku merasa harus bisa jadi baik supaya kamu juga baik, supaya bisa jadi contoh.
walaupun kadang iri karena kamu lebih pintar, lebih cantik, dan lebih kurus dari pada aku, terlebih karena kamu lebih dapet perhatian. dan mungkin lebih beruntung karena dilahirkan jadi ADIK bukan KAKAK yang harus terus mengalah.
kadang aku ngerasa senang waktu kamu yang disalahkan.
aku sayang kamu, lebih dari apapun.
tapi aku juga benci kamu. yang bisa seenaknya mukul, tapi aku nggak bisa bales mukul. kamu lebih kecil. yang kadang nggak bisa sopan. kata mama itu salahku yang nggak bisa jadi "kakak yang baik" tapi entahlah, aku nggak ngerti itu salah siapa.aku juga nggak suka waktu kamu ngejek ngejek mengikut sertakan nilaiku yang hancur itu. aku memang parah, tapi aku yakin bisa membahagiakan mama-papa. dengan caraku sendiri.
kamu masih inget, waktu mama kasih surat ke aku gara-gara aku bilang kamu kayak kentut? aku nangis, aku nyesel. bukan karena nyesel ngejek kamu. tapi nyesel nggak punya kata lain selain kentut. kamu lebih jelek dari itu.
tapi aku juga ngerasa kehilangan kalau kamu nggak ada. rumah asing. suasana asing.
aku sama kamu emang berbeda. aku yang berantakan, kamu yang tertata rapi. aku yang males-malesan, kamu yang rajin. aku yang nilainya jelek, kamu yang bagus.
mungkin supaya saling melengkapi.
sekali lagi, aku sayang kamu..
aku benci kamu...
Langganan:
Postingan (Atom)